Tanggal 9 desember 2015 adalah pertama kalinya dilaksanakan pemilukada serentak di Indonesia. Serentak??? mungkin temen-temen yang kurang suka nyimak berita-berita seputar politik mungkin pada ga tau apa itu pemilukada serentak. Tenang aja, di tulisan ini aku bakal kasih seputar info dan pandanganku terhadap pemilukada serentak ini. Agar kita ga salah memposisikan diri juga sebagai kaum muda. hehehe
Langsung aja ya... jadi Pemilukada itu serentak itu adalah pemilihan kepala daerah baik gubernur, walikota, dan bupati semua diselenggarakan serentak seluruh Indonesia, namun untuk tahun ini baru beberapa provinsi, kabupaten, dan kota saja yang baru ikut. Terus pasti temen-temen pengen tahu alasan diselenggarakan serentak untuk apa??? Ya katanya sih tujuannya agar meminimalisir dana pemilihan itu. Apakah benar??? Yah semoga aja ya.
Oh ya, selain salah satu tujuan meminimalisir dana, ada beberapa hal yang berbeda loh yang aku amati terhadap pemilukada serentak ini. Yang pertama yaitu para calon yang biasanya hobi coba-coba nyalon dimana-mana pada ga bisa lagi. Misalnya yang ikut calon gubernur terus gagal nyalon bupati, terus gagal lagi pada coa didaerah lain. Nah dalam pemilukada kali ini mereka ga bisa kayak gitu, karena mereka benar-benar harus menetapkan pilihan dimana. Yang kedua, calon yang biasanya banyak, malah pada pemilukada serentak ini mayoritas sedikit calonnya di setiap daerah??? tanya kenapa???? yah, kalo di lihat-lihat sih ini ada kaitan eratnya sama sistem serentak ini, sepertinya partai-partai dipusat pada kualahan untuk menetapkan calon dari mereka, karena dalam waktu yang bersamaan mereka harus menyiapkan calon didaerah-daerah di Indonesia ini yang banyak banget, sehingga ada dibeberapa daerah yang akhirnya gagal pemilukada tahun ini dikarenakan hanya mempunyai satu calon saja. Yah mungkin ini menjadi kajian dan evaluasilah untuk kedepannya.
Oh ya, daripada kita pusing-pusing mikirin itu, mending kita balik ke judul lagi aja ya. Kenapa aku bilang memilih yang terbaik, lebih baik, atau menghindari yang tidak baik???... karena anak muda sekarang pada mikirnya sempit banget. Yang muda pada banyak yang golput. Kita ga boleh golput, karena suara kita sangat berpengaruh. Aku tahu mungkin temen-temen pada capek sama politisi-politisi yang hobi ngumbar janji, tapi bukan berarti temen-temen berhenti buat ikut berpartisipasi. Harusnya kita pada lebih pintar lagi pendidikan politiknya, karena pengalaman dari tipu-tipuan politisi itu. Sekali lagi aku bilang kita ga boleh golput. Yang perlu diubah hanya mainset kita. Kenapa temen-temen pada ga mau milih lagi??? karena mereka yang kita anggap terbaik malah ga nepatin janjinya??? itukah jawabannya??? Yaudah, sekarang gini temen-temen. Memang negara kita ini lagi dalam proses menuju demokrasi yang sebenarnya, jadi wajar jika kita pada banyak kecewa. Namun gini coba temen-temen pikir, kalo misal temen-temen pada golput. Terus yang kepilih adalah orang yang ga baik, mungkin mereka bodoh secara akademis maupun dalam memajukan daerah temen-temen, terus gimana? apakah temen-temen merasa lega karena udah golput? enggak kan? Makanya temen-temen harusnya tetap memilih karena temen-teman salah satu suara terbesar, jika temen-temen ikut berpartisipasi, maka temen-temen secara tidak la ngsung ikut membantu memajukan daerrah temen-teman. Trus cukup mencari pemimpin yang sempurna, jika temen-temen menilai ga ada yang sempurna untuk jadi pemimpin derah temen-temen, maka pilih lah yang setidaknya lebih baik, jika temen-temen juga ga bisa menempatkan posisi temen-temen seperti itu, yaudah temen-temen bersuara tujuannya untuk menghindari daerah temen-temen dari kehancuran, maka temen-temen berperan untuk ga memilih pemimpin yang ga baik buat daerah temen-temen.
Mungkin itu aja kali ya tulisanku, harapannya sih temen-temen bisa ngerti sama yang aku katakan. hehehe , kalau ga nyambung sorry ya karena aku juga lagi tahap belajar untuk menyampaikan pesan dengan baik. bye bye temen-temen
Tidak ada komentar:
Posting Komentar